Janji Political Will Bupati Sashabila Mus: Listrik Taliabu, Target Nyata atau Hanya Janji Kampanye
TALIABU – Tekad politik Bupati Pulau Taliabu, Maluku Utara, Sashabila Mus, untuk menyelesaikan persoalan listrik yang menghambat kemajuan wilayahnya kini diuji di tengah jalan.
Dalam sejumlah pernyataannya belakangan, Bupati yang tengah menjalani dua tahun periode pertama ini menegaskan target agar krisis elektrifikasi di Taliabu menemui titik terang sebelum masa jabatan pertamanya berakhir.
Komitmen waktu yang jelas ini dinilai sebagai perwujudan konkret dari political will (kemauan politik) yang menjadi jargon utama Sashabila Mus selama kampanye Pilkada pada tahun 2024.
Saat itu, ia kerap menekankan bahwa kepemimpinan yang kuat memerlukan kemauan politik, atau dia sebut sebagai Political Will, yang oleh masyarakat Taliabu terdengar sebagai istilah baru, namun untuk oleh Sashabila Mus itu adalah cara memecahkan masalah-masalah lama, seperti listrik sebagai isu sentral, atau jalan dan jembatan sebagai pembangunan dasar di Taliabu yang belum merata.
“Political will bukan sekadar kata. Itu adalah keberanian mengambil keputusan sulit dan mengarahkan semua sumber daya untuk satu tujuan penting, mensejahterakan rakyat,” tegas Sashabila dalam suatu kesempatan, mengingatkan kembali janji politiknya.
Namun, di lapangan, political will tersebut dihadapkan pada tantangan riil yang kompleks. Proyek Listrik Desa (Lisdes) untuk 7 desa, misalnya, masih terbentur kendala pembebasan lahan dan tanaman produktif warga.
Sementara itu, sumber anggaran daerah di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disrumkim) untuk pembebasan lahan masih sangat terbatas, sehingga proses berjalan alot dan dicicil.
Kini menanti bentuk nyata political will tersebut. Apakah akan diterjemahkan menjadi:
Kebijakan Inovatif: Menerbitkan regulasi darurat (Perbup) untuk mempercepat dan mempermudah proses kompensasi lahan, melampaui prosedur birokrasi biasa.
Prioritas Anggaran yang Berani: Mengalokasikan dana APBD khusus dalam jumlah memadai untuk menyelesaikan pembebasan lahan secara sekaligus, bukan cicilan, meski mungkin harus mengurangi alokasi sektor lain.
Kepemimpinan Langsung: Memimpin sendiri Satgas Khusus Listrik yang melibatkan PLN, vendor, dan masyarakat, dengan rapat progres mingguan yang dipimpinnya langsung.
atau Komunikasi Publik yang Transparan: Secara rutin melaporkan perkembangan dan hambatan kepada publik, menjadikan target listrik sebagai kontrak politik terbuka dengan rakyat.
“Janji political will Bupati di Pilkada sangat kami dukung. Sekarang kami tunggu wujudnya. Jika listrik tuntas dalam periode pertama, itu bukti political will yang sesungguhnya. Tapi jika tidak, itu akan dilihat sebagai kegagalan memenuhi janji politik tertinggi,” ujar Faisal, seorang tokoh masyarakat di Taliabu.
Tekanan juga datang dari aspek pembiayaan. Pihak vendor telah mengingatkan bahwa penundaan yang lama akan menyebabkan pemborosan biaya perawatan jaringan yang mangkrak.
Artinya, ketiadaan political will yang cepat dan tegas justru berpotensi merugikan keuangan daerah dan negara.
Momentum saat ini adalah titik kritis bagi kepemimpinan Sashabila Mus. Keberhasilan mendorong terangnya listrik di Taliabu sebelum 2028 akan menjadi prestasi politik monumental yang menguatkan legitimasi dan janji political will-nya.
Sebaliknya, kegagalan akan mencoreng kredibilitas politiknya dan memberi cap bahwa political will yang digaungkan hanyalah retorika di atas panggung kampanye.







