Masyarakat Penu, BPD, Tokoh Agama, Tokoh Adat  Kompak Buat Petisi Tolak Pergantian Pj

Petisi Tolak Pergantian Pj Desa Penu.

TALIABU– Keputusan Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus untuk melakukan pergantian Penjabat (Pj) Kepala Desa Penu, Taliabu Timur mendapatkan penolakan dari seluruh lapisan masyarakat di sana.

Tidak hanya satu warga, petisi ini disepakati seluruh lapisan masyarakat, Mulai dari BPD, Tokoh Agama, Pendeta dan Imam, tokoh adat warga Kadai, Tokoh Pemuda dan LPM.

Pergantian Pj oleh warga dinilai sarat akan kepentingan terselubung, yakni merampas akan hak warga atas tanah yang mereka kelolah dengan alasan program PTSL yang dipaksakan terbit di atas lahan warga.

Hal ini disampaikan oleh perwakilan masyarakat yang dengan tegas mengatakan penolakan warga akan pergantian kades.

“kami dengan tegas menolak pergantian Pj yang dilakukan oleh Bupati Taliabu,” Kata Yasri.

Dalam petisi penolakan ini, setidaknya da empat poin.

 

  1. Menolak dengan TEGAS adanya pergantian Pj. Kepala Desa Penu. Kami Masyarakat Desa Penu masih membutuhkan dan merasa nyaman serta dapat melihat kesungguhan sikap maupun sifat Pj. saat ini (ASIRUDIN, S.IP) dalam membangun Desa Kami. Kami Masyarakat meminta kepada Ibu Bupati Pulau Taliabu agar mempertahankan SK Pj. Desa Penu (ASIRUDIN, S.IP) sampai Pemilihan Kepala Desa Definitif.

 

  1. Kami lebih memilih warga asli Desa Penu yang memimpin Desa Penu daripada orang luar yang hanya datang untuk kepentingan pribadi tanpa ada pemikiran untuk membangun desa kami.

 

  1. Kami Masyarakat Desa Penu meminta kepada Ibu Bupati Pulau Taliabu, apabila ada pergantian Pj. Desa Penu yang baru, jangan hanya menanyakan kepada salah satu warga, tetapi meminta persetujuan warga Masyarakat Desa Penu.

 

  1. Pergantian Pj. Kepala Desa Penu ini, Kami atas nama Masyarakat, BPD, Tokoh Pemuda, Tokoh Adat, dan lain-lain tidak mengetahui sebelumnya, sehingga berita ini bisa memicu konflik antar warga serta kegaduhan dalam Desa Kami.

“Semua poin ini kami sampaikan dengan jujur, tanpa maksud tersembunyi. Kami siap berdialog untuk menjelaskan lebih detail,” tegas pernyataan tertulis mereka.

Situasi ini menjadi ujian nyata bagi janji kampanye Bupati Sashabila Mus yang mengedepankan “kepentingan masyarakat di atas segalanya”. Masyarakat Desa Penu kini menanti langkah konkret sang pemimpin daerah,  apakah akan mendengar suara warganya atau melanjutkan kebijakan yang menuai penolakan luas.

“Kami berharap Ibu Bupati membuka mata dan telinga lebar-lebar, melihat langsung harapan warga Penu yang ingin desanya aman dan dibangun dengan kepemimpinan yang tepat,” tutup Yasri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup