Upaya Warga Perbaiki Jalan Dibalas Ejekan: “Kalau Tak Tahu Material, Jangan Banyak Hal”
TALIABU – Kerja keras warga Desa Wayo yang turun tangan memperbaiki jalan berlubang secara gotong royong justru berbuah ejekan.
Seorang kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu disebut-sebut meremehkan aksi warga tersebut.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pulau Taliabu, Ismail Tiwu, menjadi sorotan usai mengomentari gotong royong perbaikan jalan raya yang dilakukan warga Desa Wayo.
Komentar bernada sinis itu disampaikan Ismail setelah ia melihat sebuah video yang memperlihatkan jalan tambalannya kembali becek usai diguyur hujan. Dalam video tersebut, terlihat warga menggunakan material tanah untuk menambal lubang.
“Kalau tidak tahu soal material jalan, jangan banyak hal. Akhirnya tambah becek dan membahayakan masyarakat. Baru salahkan ibu bupati dan wakil bupati,” tulis Ismail Tiwu dalam sebuah grup WhatsApp, sebagaimana dikutip media ini.
Pernyataan tersebut langsung menuai reaksi. Tangkapan layar percakapan itu dengan cepat menyebar di grup Taliabu Community dan menjadi viral.
Komentar Ismail itu terkesan menyalahkan warga yang justru berinisiatif memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat belum adanya pengerasan jalan beraspal dari pemerintah.
Padahal, dalam berita sebelumnya, warga Desa Wayo mengaku tidak tahan lagi menunggu janji Bupati Sashabila Mus dan La Ode Yasir soal “Jalan Standar Perempuan” yang hingga satu tahun tak kunjung nyata.
Alih-alih mengapresiasi semangat gotong royong, Ismail justru menyebut warga tidak memahami material jalan, serta menyindir warga yang dianggapnya terlalu cepat menyalahkan bupati dan wakil bupati.
Saat Dikonfirmasi, Ismail Balik Bertanya
Ketika media ini mengkonfirmasi soal komentarnya yang telah viral, Ismail Tiwu bukannya memberikan klarifikasi atau permintaan maaf. Ia justru balik bertanya siapa yang menyebarkan percakapannya.
“Siapa yang kase viral? Begitu ya, nanti baru saya kase tanggapan,” ujar Ismail kepada wartawan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari Kepala DKP Taliabu tersebut.









