Gedung Megah RSUD Bobong Hampir Rampung, Dokter Spesialis Belum Ada yang Minat
TALIABU – Pemandangan di Alun-alun Bobong kini berubah. Sebuah bangunan megah berlantai tiga berdiri kokoh, menyita perhatian setiap warga yang melintas. Itulah calon Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) PHTC Bobong, yang fisiknya kini sudah 90 persen rampung dan ditargetkan beroperasi April 2026 mendatang.
Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Widya L. Mus, tak bisa menyembunyikan rasa optimisnya saat meninjau langsung proyek tersebut, Jumat (27/2) lalu. Didampingi jajaran pejabat daerah, ia berkeliling, mengenakan Alat Pelindung Diri (APD), mengintip ruang demi ruang yang sebentar lagi akan menjadi saksi bisu denyut nadi layanan kesehatan masyarakat.
“Fisiknya sudah 90 persen. Insya Allah operasional bisa tercapai pada April,” ujar Manajer PT Wijaya Karya (Wika), Andhika A. Pradana, yang menjadi pemandu rombongan. Pihaknya bahkan menargetkan pekerjaan berat tuntas sebelum Lebaran.
Namun, di balik kemegahan beton dan baja itu, ada denyut yang masih harus dicari. Sebuah tantangan klasik namun krusial mengemuka, gedung megah ini masih membutuhkan “jantung” yang akan membuatnya benar-benar hidup, yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan, khususnya para dokter spesialis.
Senyum Bupati Sashabila sedikit luntur saat mengungkap fakta mengejutkan. Dari sekian banyak bidang yang dibutuhkan, empat posisi spesialis vital hingga kini masih lowong tak tersentuh.
“Empat dokter spesialis itu hingga kini belum ada yang mendaftar ke rumah sakit di Taliabu,” ungkapnya.
Keempat bidang yang dimaksud adalah anestesi, patologi, dermatologi, dan radiologi. Bayangkan, tanpa ahli anestesi, ruang operasi akan mati suri. Tanpa radiologi, alat canggih pemindai tubuh hanya akan menjadi pajangan.
Pemerintah daerah pun tak tinggal diam. Ibarat menjemput bola, berbagai upaya dilakukan. Bupati menyatakan bahwa pintu pendaftaran tetap terbuka lebar. Lebih dari itu, Pemda Taliabu menyiapkan “paket komplet” bagi para spesialis yang bersedia datang.
“Pemda Taliabu juga menyediakan tunjangan dan rumah dokter untuk mendukung tenaga kesehatan yang akan bertugas,” janji Sashabila










