IRT di Taliabu Tewas Ditelan Ular Piton, Suami Temukan Kepala Istri di Mulut Ular

Ular piton yang telah di potong oleh

TALIABU – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT)  bernama Elisabeth Yamalao (korban), warga Dusun II, Desa Ratahaya, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, meninggal dunia setelah ditelan ular piton, Seasa (7/6/2026) malam.

Peristiwa nahas ini bermula saat korban bergegas memindahkan sapi peliharaannya menjelang sore.

Suami korban yang biasa di sapa om Beni, baru menemukan istrinya dalam kondisi mengenaskan sekitar pukul 19.20 WIT dengan keadaan kepala korban sudah berada di dalam mulut ular piton.

Kronologi Kejadian, pada pukul 15.30 WIT Korban bergegas dari rumah kediamannya di Dusun II, Desa Ratahaya, menuju lokasi Jalan Baru dengan tujuan memindahkan ikatan sapi yang dipelihara oleh korban.

Pukul 16.00 WIT, Saksi yang merupakan suami korban pulang dari Desa Bobong. Sesampainya di rumah, ia mulai menanyakan keberadaan istrinya kepada anak-anak mereka. Anak-anak korban memberitahukan bahwa ibu mereka sedang pergi memindahkan sapi peliharaan.

Pukul 16.00 WIT – 19.00 WIT, Karena hari sudah mulai gelap, suami korban memutuskan untuk menyusul istrinya sambil membawa senter sebagai alat penerangan.

dan pada Pukul 19.20 WIT, Sesampainya di lokasi, suami korban menemukan pemandangan yang sangat memilukan. Istrinya sedang diterkam oleh ular piton berukuran besar dengan posisi kepala korban sudah berada di dalam mulut ular. Separuh tubuh korban telah ditelan.

Tanpa pikir panjang, suami korban langsung memotong ular piton tersebut menggunakan parang yang dibawanya. Setelah ular berhasil dipotong, korban segera dibawa kembali ke rumah. Namun nahas, nyawa Elisabeth Yamalao tidak dapat diselamatkan. Korban tiba di rumah dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Kapolres Pulau Taliabu, AKBP Adnan Wahyu Kashogi, membenarkan kejadian tersebut. “Iya benar itu di terkam ular,” Jelas Adnan.

Jenazah Elisabeth Yamalao telah dibawa ke rumah duka di Dusun II, Desa Ratahaya, Kecamatan Taliabu Barat. Pihak kepolisian setempat masih melakukan penanganan lebih lanjut terkait peristiwa ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup