Pembagian Bantuan Bulog di Desa Kramat Taliabu Dikritik Warga, Beras dan Minyak Goreng dipangkas
TALIABU – Pembagian bantuan pangan dari Bulog berupa beras dan minyak goreng di Desa Kramat, Kecamatan Taliabu Barat, justru memicu kekecewaan warga. Pasalnya, realisasi bantuan di lapangan tidak sesuai dengan berita acara yang telah dilaporkan.
Dari infromasi yang di terima media di lapnagan seharusnya, setiap penerima bantuan mendapat jatah 20 kilogram beras dan 4 liter minyak kelapa.
Namun, warga hanya menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak per orang. Tidak hanya soal jumlah beras dan minyak goreng, kuota penerima juga disebut-sebut dipangkas secara drastis.
Dari 92 warga yang seharusnya menerima bantuan, hanya 65 orang yang mendapatkan distribusi.
Pemuda Desa Kramat, Sanju La Olu, mengungkapkan kejanggalan lain. Banyak warga yang namanya tercantum dalam daftar penerima justru tidak mendapatkan apa pun.
Sebaliknya, sejumlah pihak yang tidak terdata malah ikut mengambil bantuan, termasuk beberapa aparat pemerintah desa.
“Bantuan ini jelas-jelas untuk warga yang terdata. Namun, yang tidak berhak malah ambil, termasuk oknum perangkat desa,” ujar Sanju La Olu, Jumat (12/6/2026).
La Olu katakan, persoalan ini mulai terungkap setelah mereka menemukan berita acara pembagian bantuan Bulog kepada masyarakat Desa Kramat. Dari data yang tercantum dalam dokumen tersebut, jumlah barang dan jumlah penerima berbeda dengan kenyataan di lapangan.
“Ini data di berita acara berbeda. Harusnya beras yang dikasih itu 20 kilogram, yang tersalur hanya 10 kilogram. Dan 4 liter minyak kelapa, yang tersalur cuma 2 liter. Kami berharap pihak Bulog atau yang berkepentingan bisa meninjau langsung ke lapangan. Karena ini tidak tepat sasaran. Selain itu, jumlah penerima juga berkurang,” tegasnya.
Warga pun berharap agar penyaluran bantuan sosial ke depan lebih transparan dan tepat sasaran. Hingga berita ini diturnkan, Kepala Desa Kramat belum sempat memberikan tanggapannya.







