Gelar Sarasehan, Pemuda dan Mahasiswa KKN Lestarikan Sejarah Kampung Tua Tubo
MalutUpdate.com-Pemuda dan pemudi Kelurahan Tubo, Kecamatan Ternate Utara, bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Khairun Ternate Tahap I menggelar sarasehan budaya bertajuk Kampung Tua Tubo Sebagai bagian dari Sejarah dan Pelestarian Kampung Adat di Tengah Akulturasi Budaya.
Forum itu menjadi ruang diskusi untuk mendorong pelestarian warisan budaya sekaligus memperkuat identitas Kelurahan Tubo sebagai salah satu kampung tua di Kota Ternate.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Lurah Tubo itu dibuka Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly. Sarasehan tersebut merupakan bagian dari Program Bantuan Pemerintah Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (BP Kebudayaan) Maluku Utara Tahun 2026. Sabtu (11/7/26)
Dialog menghadirkan akademisi Sahrony A. Hirto, Tulilamo dari Kesultanan Ternate, Irwan Abdul Gani, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara Muhammad Tang. Diskusi dipandu oleh Titi Riani Muhammad.
Ketua Panitia Sarasehan Budaya, Masdar Soleman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga nilai-nilai budaya lokal.
Menurut Masdar, Tubo memiliki sejarah panjang sebagai salah satu kampung tertua di Ternate. Namun, di tengah perkembangan zaman, perhatian masyarakat terhadap adat dan kearifan lokal mulai berkurang sehingga perlu diperkuat melalui ruang-ruang edukasi.
“Tubo adalah salah satu kelurahan tertua di Ternate. Namun kesadaran masyarakat terhadap adat dan budaya lokal masih perlu diperkuat. Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong masyarakat memahami identitas dan jati dirinya,” kata Masdar.
Ia berharap sarasehan tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menjadi awal dari gerakan bersama untuk mendorong Tubo berkembang sebagai kampung adat yang memiliki identitas budaya yang kuat.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara, Muhammad Tang, mengatakan status kampung tua tidak hanya ditentukan oleh cerita turun-temurun, tetapi juga harus didukung bukti sejarah dan tinggalan arkeologis yang masih dapat diidentifikasi.
“Tubo merupakan salah satu kampung tua di Ternate yang memiliki nilai sejarah. Tinggalan budaya seperti makam kuno, situs permukiman lama, maupun jejak kehidupan masyarakat masa lalu perlu diidentifikasi dan didokumentasikan sebagai bagian dari upaya pelestarian,” ujarnya.
Muhammad Tang mengatakan Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan merupakan bantuan pemerintah yang diberikan kepada komunitas maupun perorangan untuk mengembangkan kegiatan kebudayaan di daerah. Pada 2026, terdapat 27 penerima manfaat program yang tersebar di berbagai wilayah Maluku Utara.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly mengatakan pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, akademisi, media, hingga masyarakat.
Menurut Rizal, derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital membuat upaya menjaga identitas budaya menjadi semakin penting. Karena itu, hasil sarasehan diharapkan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk pemetaan kawasan, penyusunan kajian, hingga perencanaan pengembangan Tubo sebagai kampung tua yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.
“Kita jangan berhenti pada diskusi. Harus ada langkah konkret agar Tubo bisa berkembang menjadi kampung tua yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan ekonomi yang memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Rizal









