Bentengi Generasi Emas, Densus 88 Sosialisasi Bahaya Radikalisme di SMPN 1 Halmahera Utara

Satgaswil Maluku Utara Densus 88 AT Polri menggelar program unggulan bertajuk "Densus Goes to School: Save Generation". Kegiatan sosialisasi dan edukasi ini menyasar ribuan pelajar di SMP Negeri 1 Halmahera Utara (DOK: Densus 88 AT Polri)

Halmahera Utara-Sebagai langkah nyata memutus rantai penyebaran paham intoleransi dan radikalisme sejak dini, Satgaswil Maluku Utara Densus 88 AT Polri menggelar program unggulan bertajuk “Densus Goes to School: Save Generation”. Kegiatan sosialisasi dan edukasi ini menyasar ribuan pelajar di SMP Negeri 1 Halmahera Utara pada Kamis (15/1/26).

Kegiatan yang berlangsung dalam dua sesi ini diikuti oleh kurang lebih 1.085 siswa-siswi. Acara dibuka langsung oleh Kepala Sekolah SMPN 1 Halmahera Utara, Peter Antonius Tjandua, S.Pd, yang menyambut hangat inisiatif Polri dalam menjaga mentalitas dan masa depan anak didik di wilayah tersebut.

Kanit Pencegahan/Idensos Satgaswil Maluku Utara Densus 88 AT Polri, Iptu Herry Rinsampessy, S.H, yang bertindak sebagai pemateri utama, mengungkap fakta mengejutkan. Ia memaparkan bahwa saat ini tercatat kurang lebih 112 anak telah terpapar paham radikalisme dan kekerasan yang mengarah pada aksi terorisme.

“Mirisnya, mereka terpapar melalui platform yang sangat dekat dengan keseharian mereka, yakni Game Online dan Media Sosial. Ini adalah celah baru yang dimanfaatkan kelompok radikal untuk menyusupkan doktrin mereka,” ungkap Iptu Herry di hadapan ribuan siswa.

Iptu Herry menjelaskan alasan mengapa kelompok ekstremis dan teroris menjadikan anak-anak sebagai target rekrutmen utama. Menurutnya, usia remaja adalah fase pencarian jati diri di mana kondisi emosional masih labil dan mudah terbawa suasana.

“Anak-anak memiliki keinginan kuat untuk ‘diakui’ atau ingin dianggap hebat. Di sisi lain, literasi digital yang masih rendah membuat mereka mudah dipengaruhi oleh konten-konten provokatif di media sosial tanpa menyaring informasi tersebut terlebih dahulu,” jelasnya.

Tak hanya memaparkan bahaya, Densus 88 juga memberikan panduan praktis bagi para pelajar agar mampu melindungi diri dari konten radikal. Iptu Herry menekankan pentingnya cara sehat bermedia sosial, selalu bersikap kritis terhadap informasi, serta menjauhi narasi yang memicu kekerasan atau kebencian antar sesama.

Di akhir kegiatan, Kepala Sekolah SMPN 1 Halmahera Utara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Unit Pencegahan Satgaswil Malut Densus 88 AT Polri.

“Kami berterima kasih atas kehadiran Densus 88. Pengetahuan ini sangat berharga, tidak hanya bagi siswa tetapi juga bagi para guru, agar kami memiliki kesiapsiagaan dalam mendeteksi dan mencegah masuknya paham-paham berbahaya di lingkungan sekolah,” pungkas Peter Antonius Tjandua.

Program Save Generation ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pelajar di Maluku Utara untuk tumbuh menjadi generasi yang toleran, cinta tanah air, dan cerdas dalam menyikapi arus informasi digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup