Polda Malut Perkuat Satgas Saber Pangan 2026: Siap Tindak Tegas Penimbun dan Mafia Demi Stabilitas Harga

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara, Rapat Koordinasi Daerah Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026 yang digelar bersama instansi terkait, tindakan lanjut Keputusan Badan Pangan Nasional Nomor 4 Tahun 2026. (DOK: Polda)

Sofifi-Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara memperkuat komitmen dalam menjamin ketersediaan, keterjangkauan, dan keamanan pangan bagi masyarakat. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Daerah Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026 yang digelar bersama instansi terkait pada Senin (9/2/2026).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Dirreskrimsus Polda Malut, Kombes Pol Edy Wahyu Susilo, S.I.K., M.Crim., Ph.D., selaku Kepala Satgas Daerah (Kasatgasda), menyepakati langkah strategis untuk mengawal 14 komoditas pangan utama, mulai dari beras, daging, hingga minyak goreng.

Kombes Pol Edy menegaskan bahwa Satgas Saber Pangan akan menggunakan pendekatan berlapis, yakni preemtif (sosialisasi), preventif (peringatan dini), hingga represif (penegakan hukum). Ia memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba bermain dengan kebutuhan pokok masyarakat.

“Kami tidak akan ragu melakukan tindakan tegas terhadap spekulan, kartel, atau pelaku penimbunan yang sengaja memainkan harga dan merugikan masyarakat. Namun, penegakan hukum adalah Ultimum Remedium atau langkah terakhir. Prioritas utama kami adalah menjaga rantai distribusi tetap lancar,” tegas Kombes Pol Edy.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bulog Ternate, Jefri Tanasi, memastikan stok pangan strategis dalam kondisi aman. Khusus untuk tahun 2026, Bulog telah menyediakan stok ‘Minyakita’ sebanyak 500.000 liter untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Harga jual dari Bulog dipatok Rp14.500 per liter, dan sampai di konsumen akhir maksimal Rp15.000 per liter. Kami akan kawal ketat agar tidak ada permainan harga di tingkat pengecer,” ujar Jefri.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh jajaran Kepala Dinas Pangan, Perindag, Pertanian, dan PTSP Provinsi Maluku Utara. Sebagai bentuk keseriusan, seluruh instansi sepakat membentuk Posko Satgas Saber Pangan yang berpusat di Ditreskrimsus Polda Malut (Maliaro) serta di setiap Polres jajaran.

Sekretaris Satgas sekaligus Kadis Pangan Provinsi, Deni Tjan, menambahkan bahwa tim gabungan akan rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke distributor, ritel modern, hingga pasar tradisional, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Satgas Saber Pangan menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Warga juga diminta proaktif melaporkan indikasi penimbunan atau lonjakan harga tidak wajar melalui Hotline Pengaduan yang akan disebar di lokasi strategis.

“Negara hadir untuk memastikan rakyat mendapatkan pangan yang aman, bermutu, dan terjangkau. Jangan ada pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan tidak sah di atas penderitaan masyarakat,” tutup Kombes Pol Edy.

Satuan Tugas ini bekerja berdasarkan Keputusan Badan Pangan Nasional Nomor 4 Tahun 2026, yang mengintegrasikan unsur Kepolisian, Pemerintah Daerah, dan Bulog untuk menjaga stabilitas pangan dari hulu hingga hilir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup