Suasana Isra Mi’raj di Masjid Al-Fatah: Laras Mahue Resmi Memeluk Islam dan Berganti Nama Menjadi Rani
Ternate-Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al-Fatah pada momen peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, di kelurahan Kalumata, kecamatan Ternate Selatan,Sabtu,(17/1/2026).
Seorang perempuan bernama Laras Mahue resmi memeluk agama Islam setelah mengucapkan kalimat Syahadat yang dituntun langsung oleh tokoh agama, Bapak Abjan M. Iman.
Momen spiritual ini disaksikan langsung oleh Badan Syara setempat serta didampingi oleh tokoh pendidikan dan agama, Ibu Julaiha Ahmad, S.Pd.I., dan akademisi Dr. Sofyan Abas, M.A. Setelah resmi menjadi mualaf, Laras Mahue memilih nama baru yang indah, yakni Rani, sebagai simbol lembaran hidup barunya di bawah naungan iman.
Kehadiran para tokoh dalam prosesi ini memberikan makna mendalam bagi perjalanan spiritual Rani.
Sementara, Dr. Sofyan Abas, M.A. mengatakan ini sebuah hidayah pada Sundari Rani, atas keterpanggilnya memeluk Islam.
“Peristiwa ini masih dalam suasana di hari Isra Mi’raj. Masuknya saudari kita, Rani, ke dalam Islam bukan sekadar perpindahan status administratif, melainkan sebuah perjalanan intelektual dan spiritual yang murni. Saya melihat ada kemantapan hati yang luar biasa. Harapan saya, lingkungan muslim di sekitarnya, terutama di Kalumata dan sekitarnya, mampu merangkul dan membimbing beliau dengan wajah Islam yang ramah, teduh, dan penuh cinta kasih.” Ungkapnya.
Senada Deng hal ini, Julaiha Ahmad, S.Pd.I. Mengucapkan syukur atas Sudara yang hari, Dengan niatannya memeluk Agama Islam tanpa ada paksaan.
“Alhamdulillah, hari ini Sabtu, 17 Januari 2026, menjadi saksi sejarah bagi saudari Rani. Sebagai perempuan, saya merasa terharu melihat keberaniannya menjemput hidayah. Tugas kita sekarang adalah memastikan beliau tidak berjalan sendirian. Kami akan mendampingi proses belajarnya, mulai dari tata cara ibadah hingga pendalaman akhlak, agar beliau merasa benar-benar pulang ke rumah yang penuh kedamaian.”ucapannya
Prosesi pergantian nama dari Laras Mahue menjadi Rani dilakukan dengan penuh doa. Nama tersebut diharapkan membawa keberkahan dan semangat baru bagi dirinya dalam menjalankan syariat Islam ke depannya.
Bapak Abjan M. Iman yang memimpin syahadat berpesan agar Rani tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga dan lingkungan lamanya, karena Islam mengajarkan kasih sayang kepada sesama manusia tanpa memutus tali silaturahmi.









