Buaya Sering Jadi Ancama Bagi Warga Taliabu  di Pesisir Pantai,  Pemda Pasang Peringatan Bahaya

Pemasangan peringatan bahaya buaya di Pesisir pantai Taliabu oleh Pemda.

TALIABU – Selama tujuh tahun terakhir, perairan Pulau Taliabu, Maluku Utara sering menjadi ancaman mematikan. Kehadiran buaya-buaya besar di laut telah berulang kali merenggut nyawa manusia yang beraktivitas di sana.

Nelayan yang sedang memanah ikan maupun memancing kerap menjadi korban. Tak jarang, korban jiwa pun berjatuhan, terkahir, warga Desa Kawalo dikabarkan meninggal saat memanah ikan.

Tidak hanya di Desa Kawalo, Desa Bobong dan Desa Talo,  warga yang memanah ikan juga menjadi korban gigitan buaya, beruntung tidak meninggal dunia dan langusng mendapatkan perawatan medis.

Merespons situasi mencekam ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Taliabu bersama Polres setempat akhirnya bergerak cepat. Mereka memasang rambu-rambu peringatan bahaya di sejumlah titik di pesisir pantai.

Wakil Bupati Pulau Taliabu, Ramli, yang langsung turun memantau, menegaskan bahwa pemasangan rambu ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga bentuk kepedulian bersama. Ia mengimbau para nelayan dan warga untuk lebih waspada.

“Kalau lihat buaya, segera menjauh. Baik di tengah laut maupun di pesisir pantai. Hati-hati juga jika berada di muara sungai, karena itu jalur keluar-masuk buaya,” pesan Ramli dengan tegas, Selasa (7/4/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Taliabu, Haruna, menjelaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari ikhtiar serius Pemda mengingat sudah ada korban jiwa akibat keganasan buaya air laut tersebut.

“Ini ikhtiar kami. Kehadiran buaya hampir terlihat di semua pantai di Taliabu. Kami tidak ingin ada korban lagi,” jelas Haruna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup