Sita Miras Jelang Ramadan! Polsek Siap Gela Musnahkan Puluhan Botol Miras “Cap Tikus” Hasil Razia
TALIABU – Jajaran Polsek Siap Gela menunjukkan keseriusan dalam memberantas peredaran minuman keras (miras) ilegal, khususnya jenis “Cap Tikus”, menyambut bulan suci Ramadan.
Aksi pemusnahan simbolis terhadap puluhan botol miras hasil razia dilakukan sebagai bentuk komitmen menciptakan keamanan dan ketertiban.
Miras yang dimusnahkan berasal dari serangkaian operasi yang digelar di beberapa titik rawan. “Kami melakukan razia di Desa Jorjoga, Desa Gela, dan yang terbaru Jumat kemarin di Pelabuhan Tikong. Miras jenis Cap Tikus ini bahkan ada yang dikirim melalui kapal Alsudais,” jelas IPDA Imran Husaleka, S.H
Total ada 43 botol miras berukuran beragam yang dihancurkan, terdiri dari 35 botol ukuran sedang (Aqua gelas besar) dan 8 botol ukuran besar (Aqua galon).
Pemusnahan ini dilakukan tidak hanya oleh pihak kepolisian, tetapi juga dihadiri oleh perwakilan masyarakat dan tokoh agama sebagai bentuk keterlibatan semua pihak.
Tampak hadir PJ Kades Dege, Kades London, Kades Gela, perwakilan Toko Agama, Kementerian Agama (Kemenag), Imam Desa London, Imam Desa Gela, serta Tokoh Masyarakat dari Desa Gela dan London.
Kehadiran mereka kata Imran, adalah bagian dari penegasa bahwa pemberantasan miras adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga moralitas dan ketenteraman.
Kapolsek Siap Gela, melalui pernyataan yang dibacakan, menegaskan bahwa kegiatan razia akan dilakukan secara rutin hingga memasuki Ramadan hingga 10 hari menjelang Idul Fitri.
“Langkah ini kami ambil untuk menekan peredaran miras sedini mungkin. Tujuannya agar saudara-saudara muslim kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk, tanpa gangguan kamtibmas yang sering timbul akibat konsumsi miras,” tegasnya.
Lebih lanjut, pihak kepolisian berharap dengan pengawasan ketat ini, perayaan Idul Fitri nanti dapat berlangsung suci dan damai. “Kami ingin memastikan tidak ada warga atau remaja yang merayakan kemenangan dengan cara yang salah, yaitu dengan mengonsumsi miras. Mari bersama jaga lingkungan kita,” pungkasnya.
Aksi tegas ini mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat setempat yang hadir. Mereka berharap sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan lembaga keagamaan ini dapat berkelanjutan untuk menciptakan generasi yang sehat dan jauh dari pengaruh minuman berbahaya.







