Penyelundupan Kuskus Digagalkan di Pelabuhan Bastiong Ternate

Satgas Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Malut Lepas Satwa endemik Kusskus Di Kawasan Torebo di Ternate.

TERNATE-Petugas Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Maluku Utara menggagalkan upaya penyelundupan seekor kuskus Maluku (Phalanger ornatus) di Pelabuhan Ferry Bastiong, Ternate Selatan, Kamis (2/4) malam.

Satwa endemik tersebut ditemukan di dalam sebuah truk dalam perjalanan dari Weda menuju Bitung.

Penyitaan dilakukan sekitar pukul 23.25 WIT saat petugas menggelar patroli rutin di area pelabuhan. “Kami menemukan satwa ini dibawa oleh oknum tertentu menggunakan truk angkutan.

Ini merupakan bagian dari pengawasan rutin kami untuk mencegah peredaran satwa liar ilegal,” ujar salah satu petugas Karantina Maluku Utara.

Usai disita, kuskus tersebut diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku melalui Seksi Konservasi Wilayah I Ternate. Sebelum dikembalikan ke alam, dokter hewan dari BKSDA melakukan observasi medis untuk memastikan kondisi kesehatan satwa tersebut.

Wawan Suprianto Nadra, akademisi dari Universitas Khairun yang turut mengidentifikasi satwa tersebut, membenarkan bahwa spesies itu adalah (Phalanger ornatus)

“Sebaran spesies ini meliputi wilayah Bacan, Halmahera, Morotai, hingga Pulau Ternate,” jelas Wawan. Ia menambahkan bahwa meskipun status konservasi menurut IUCN berada pada kategori Least Concern (risiko rendah), pengawasan ketat tetap wajib dilakukan demi menjaga stabilitas populasi dan ekosistem di Maluku Utara.

Sebagai tindak lanjut, dilakukan pelepasliaran bersama yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Balai Karantina, BKSDA Maluku, akademisi Universitas Khairun, hingga komunitas lingkungan Pulo Tareba.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan satwa liar di Maluku Utara serta memberikan efek jera terhadap pelaku perdagangan satwa ilegal di wilayah kepulauan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup