Ketika Alam Menjadi Guru: Mahasiswa PGSD Unkhair Belajar Biologi Mengenal Burung di Danau Tolire

Pengamatan yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa di Danu Tolire Kota Ternate.

TERNATE– Suasana berbeda terlihat di kawasan Danau Tolire pagi itu, sabtu (13/12/2025). Sekelompok mahasiswa dengan binokular dan buku catatan tampak serius memperhatikan setiap gerakan dan kicauan di antara pepohonan.

Mereka bukan pengamat burung profesional, melainkan mahasiswa semester I Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Khairun (Unkhair) yang sedang mengikuti kuliah lapangan mata kuliah Konsep Dasar Biologi.

Kegiatan bertajuk “Eco-Teaching Experience: Belajar dari Kicauan Burung di Danau Tolire” ini sengaja dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung di alam terbuka.

Danau Tolire dipilih karena kekayaan ekologisnya yang masih terjaga, menjadikannya habitat ideal bagi berbagai spesies burung lokal maupun migran.

“Di sini, teori biologi menjadi hidup,” ujar Wawan Suprianto Nadra, S.Pd., M.Pd, Selasa (23/12/2025).

Wawan, dosen  mata kuliah yang mendampingi mahasiswa katakana mereka tidak hanya belajar klasifikasi atau perilaku burung, tetapi juga mengalami langsung proses ilmiah, mengamati, mendokumentasikan, menganalisis, dan bekerja sama dalam tim.

Para mahasiswa tampak antusias mencatat setiap temuan. Mulai dari jenis burung, perilaku, pola terbang, hingga interaksi mereka dengan lingkungan. Suasana belajar pun terasa berbeda lebih santai namun penuh keingintahuan.

Kata mahasaswa yang terlibat bilang, belajar di alam seperti ini jauh lebih mendalam memahami keanekaragaman hayati satwa liar yang hidp di sini, khusunya burung.

“Kita bisa melihat langsung bagaimana ekosistem bekerja, bukan sekadar membayangkan dari deskripsi di buku.” Kata Siti.

Kuliah lapangan ini memiliki makna khusus bagi calon guru SD. Selain memperkuat pemahaman konsep biologi, mereka juga belajar bagaimana merancang pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan bagi peserta didik kelak.

Kegiatan mahasiswa Unkair Ternate pada Danau Tolire yang didampingi oleh Wawan Suprianto Nadra, S.Pd., M.Pd.

“Pengalaman ini akan menjadi bekal berharga ketika mereka mengajar nanti, mereka bisa mendesain pembelajaran tematik yang mengajak siswa mencintai dan memahami alam sekitar sejak dini.” Jelas Wawan

Kegiatan ini juga menanamkan kesadaran lingkungan yang mendalam. Setiap pengamatan menjadi pengingat bahwa manusia hidup berdampingan dengan makhluk lain, dan memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian habitat.

Universitas Khairun melalui kegiatan semacam ini menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan calon pendidik yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga peka terhadap lingkungan.

Dengan membawa mahasiswa langsung ke lapangan, kampus ini membuktikan bahwa pembelajaran terbaik seringkali terjadi di luar dinding ruang kelas  di alam terbuka yang penuh kejutan dan inspirasi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup