Barangka Kayumerah Berubah Warna: Cairan Pekat dari Pengolahan Besi Tua Mengalir Bebas ke Pantai
Ternate-Kelestarian lingkungan di Kelurahan Kayumerah, khususnya di wilayah RT 06 RW 04, kini berada dalam ancaman serius, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Kamis (25/12/25)
Aktivitas sebuah pabrik besi tua dan pengolahan plastik di kawasan tersebut diduga kuat menjadi sumber pencemaran cairan zat kimia yang dibuang langsung ke aliran sungai mati atau barangka.
Baca selengkapnya: https://malutupdate.com/fokus-di-pusat-kota-perbaikan-27-ruas-jalan-ternate-terkesan-abaikan-wilayah-bahim/
Berdasarkan pantauan rutin awak media di lokasi, praktik pembuangan limbah ini disinyalir dilakukan secara terjadwal setiap pekan. Cairan yang dilepaskan melalui saluran pembuangan tersebut mengalir deras menuju area pantai, membawa material sisa produksi berupa botol dan berbagai jenis plastik.
Dampak visual dari pembuangan ini sangat mencolok. Cairan yang mengalir menuju laut kerap berubah warna secara ekstrem, mulai dari merah, hijau, hingga kecokelatan. Selain perubahan warna air, hasil limbah cair yang mengendap di dasar barangka menciptakan pemandangan kumuh yang kontras dengan upaya pelestarian lingkungan pesisir.
Saat dikonfirmasi terkait dugaan pencemaran ini, Andre, selaku perwakilan dari pihak pengelola besi tua dan pengolahan plastik tersebut, memberikan jawaban yang cenderung meremehkan dampak lingkungan yang terjadi. Dalam tangkapan layar percakapan yang diterima, pihak pengelola berdalih bahwa saluran tersebut memang jalur pembuangan sisa cucian.
“Lha kan itu memang jalur pembuangan bekas cucian.. lalu mau buang di mana. Itu sama dengan air limbah rumah tangga biasa karena bukan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun),” tulis Andre dalam pesan singkatnya.
Meskipun mengakui adanya pembuangan, ia menjanjikan akan melakukan pemeriksaan teknis pada fasilitas mereka.
Baca selengkapnya: https://malutupdate.com/salah-pilih-rekanan-proyek-jalan-bobong-dufo-taliabu-rp-29-miliar-gagal/
“Nanti kita cek di bak kontrol kenapa bisa warna begitu,” tambahnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi balik dari pihak Andre terkait pengecekan, setiap pekan cairan berwarna tersebut masih terpantau mengalir bebas menuju pantai Kayumerah, mengancam ekosistem laut yang menjadi tumpuan hidup masyarakat sekitar.









