Fokus di Pusat Kota, Perbaikan 27 Ruas Jalan Ternate Terkesan Abaikan Wilayah BAHIM

Pengerjaan pengaspalan tiga kecamatan, Utara, tengah dan Selatan, kota Ternate, 27 pengaspalan tidak ada satupun nama untuk wilayah Bahim.(FOTO: MalutUpdate)

Ternate-Wajah infrastruktur di pusat Kota Ternate mulai mengalami perubahan signifikan seiring dimulainya proyek perbaikan pada 27 ruas jalan strategis. 

Senin, (22/12/25). Berdasarkan pantauan media di lapangan, aktivitas pengaspalan tengah gencar dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara, yang saat ini memfokuskan pengerjaan di Kelurahan Ubo-Ubo serta beberapa titik di wilayah Ternate Utara dan Ternate Selatan.

Proyek besar ini merupakan tindak lanjut dari usulan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate melalui alokasi Anggaran Reward senilai Rp300 miliar.

Di Kelurahan Ubo-Ubo sendiri, pengerjaan mencakup 27 ruas jalan di kota Ternate, Pihak Direksi BPJN Malut dalam keterangan singkatnya menyebutkan bahwa setelah wilayah Ubo-Ubo tuntas, tim akan segera bergeser ke ruas jalan Jati Metro dan wilayah samping kantor Dukcapil untuk memastikan mobilitas warga di pusat kota kembali lancar.

Baca selengkapnya: https://malutupdate.com/walikota-ternate-ajar-ajari-gubernur-malut-yang-belum-setahun-memimpin-lalu-bagaiman-dengan-wakota-ternate-sendiri/

Namun, masifnya pengerjaan di pusat kota ini justru memicu tanda tanya besar terkait realisasi janji pemerintah kota Ternate, melalui kadis PUPR untuk wilayah terluar (Bahim).

Perbedaan tajam terlihat saat menyandingkan data lapangan dengan pernyataan Kepala Dinas PUPR Kota Ternate, Rus’an M. Nur, pada 20 Desember 2024 lalu. Kala itu, Rus’an memberikan pernyataan bagi masyarakat Bahim bahwa rehabilitasi jalan akan dilakukan secara merata.

“Saat ini kami merencanakan perbaikan 20 ruas jalan. Namun, jumlah tersebut bisa bertambah atau berkurang tergantung pada kondisi dan luas jalan yang akan dikerjakan,” jelas Rus’an

Bahkan, Rus’an secara spesifik menekankan bahwa tiga kecamatan terluar yakni Batang Dua, Hiri, dan Moti (BAHIM) merupakan prioritas utama dalam skema pembangunan tahun ini agar tidak ada ketimpangan infrastruktur. Ia meyakinkan publik bahwa proyek jalan di wilayah tersebut sudah masuk dalam agenda kerja.

“Di Batang sementara ada jalan lagi dan Moti ada jalan yang akan dikerjakan tahun ini. Pemerintah daerah menempatkan wilayah BAHIM sebagai prioritas utama,” ungkapnya dalam wawancaranya yang masih diabadikan dalam catatan digital media.

Namun, kenyataan hari ini menunjukkan hal yang berbeda. Dari daftar 27 ruas jalan yang tengah ditangani BPJN saat ini, mulai dari ruas Melati-Kalumata, Kasturian-Facey, hingga Sultan Jabir Syah tidak ditemukan satu pun nama jalan di Pulau Hiri, Moti, maupun Batang Dua yang masuk dalam agenda pengerjaan fisik anggaran reward tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas PUPR Kota Ternate dan Kepala BPJN masih dalam upaya dihubungi, Sehubungan dengan tidak adanya nama (Bahmi) dalam Daftar pengerjaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup