Tanggap Bencana, Polsek Loloda Bangun Dapur Umum untuk Pengungsi Desa Totala Jaya

Pihak kepolisian menginisiasi buat Dapur umum yang dipusatkan di Rumah Dinas Camat Loloda, Desa Soa-sio. (DOK: Polda)

Halbar-Personel Polsek Loloda mengambil langkah proaktif dalam penanganan dampak bencana alam yang menimpa warga Desa Totala Jaya.

Pada Selasa (13/1/25), aparat kepolisian menginisiasi sekaligus memimpin langsung pembangunan dapur umum darurat guna menjamin ketersediaan logistik bagi para pengungsi.

Dapur umum tersebut dipusatkan di Rumah Dinas Camat Loloda, Desa Soa-sio. Lokasi ini dipilih sebagai titik strategis untuk menyuplai kebutuhan pangan warga pengungsi yang saat ini menempati lokasi pengungsian sementara di SD Inpres 27 Halmahera Barat, Desa Kedi.

Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W. S.H., S.I.K., M.I.K., menjelaskan bahwa langkah ini merupakan instruksi langsung untuk memastikan negara hadir di tengah kesulitan warga.

“Personel Polsek Loloda turun langsung memimpin dan terlibat aktif dalam proses pembangunan. Kami bekerja sama dengan elemen masyarakat dan pemerintah setempat agar dapur ini bisa beroperasi secepat mungkin,” jelas Kombes Pol. Wahyu Istanto dalam pers Reals diterima.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar berupa makanan merupakan prioritas utama dalam masa tanggap darurat.

“Komitmen Polri adalah hadir di tengah masyarakat. Pembangunan dapur umum ini adalah wujud nyata kepedulian kami untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi tetap terpenuhi dengan baik dan tepat waktu,” tambahnya.

Dapur umum ini diproyeksikan menjadi titik vital selama masa pengungsian. Selain menjadi tempat pengolahan makanan layak konsumsi, fasilitas ini menjadi simbol sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menghadapi situasi krisis.

Polri menegaskan bahwa peran institusi bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan perlindungan nyata melalui bantuan kemanusiaan yang konkret.

Hingga berita ini diturunkan, Polsek Loloda terus melakukan pendampingan dalam proses distribusi makanan ke titik-titik pengungsian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup