Proyek Jalan Bobong-Dufo Taliabu Gagal Total: “Jalan Standar Perempuan” Kian Jauh dari Realita

Penampakan jalan yang yang batal dikerjakan oleh pihak rekanan di Taliabu.

TALIABU – Ironi infrastruktur di Kabupaten Pulau Taliabu kian mendalam. Setelah janji Bupati Sashabila Mus tentang “Jalan Berstandar Perempuan” tidak kunjung terlihat, kini proyek konkret perbaikan jalan Bobong-Dufo dinyatakan gagal dikerjakan dan putus kontrak.

Kondisi ini memperpanjang penderitaan warga yang harus berhadapan dengan jalan berlubang dan berdebu di jantung ibu kota kabupaten. Belum lagi, pada proyek yang batal dikerjakan merupaka satu-satunya akses warga ke Pelabuhan Kapal.

Proyek senilai Rp 2,9 miliar yang digarap Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Taliabu itu akhirnya berhenti di tengah jalan.

Padahal, material seperti batu pecah dan tanah sirtu sudah tergeletak di beberapa titik, menjadi simbol harapan yang tak kunjung terwujud.

Pihak rekanan pelaksana, CV. Srikandi, yang memenangi lelang, dinyatakan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan.

Kepala Dinas PUPR Taliabu, Endro, kepada media ini mengonfirmasi kegagalan ini pekerjaan  yang putus di tengah jalan.

“Ada sejumlah alasan, yang pertama soal alat dan material yang belum siap. Selain itu, progres meski sudah jalan, tetapi tidak punya perkembangan yang signifikan,” jelas Endro kepada media, Senin (22/12/2025).

Lebih lanjut, Endro menyebutkan ketidaksiapan rekanan dalam mengambil risiko teknis lapangan sebagai faktor utama. Meskipun beredar informasi bahwa pemberhentian proyek terkait dugaan penggunaan material galian C ilegal, Endro menegaskan hal itu bukan alasan resmi pemutusan.

“Pemberhentian dikarenakan faktor alat dan bahan yang belum siap, ditambah ketakutan pihak rekanan dalam mengambil risiko pekerjaan,” tegasnya.

Kegagalan proyek ini menjadi pukulan kedua bagi Pemda  Taliabu di bawa kepemimpinan Sashabila Mus, yang sejak awal tahun telah kecewa dengan janji “Jalan Berstandar Perempuan” yang belum juga terealisasi.

Janji jalan yang “mulus dan aman bagi perempuan” yang digaungkan Bupati Sashabila Mus saat kampanye Pilkada 2024, kini justru dihadapkan pada realita jalan yang semakin rusak dan proyek yang kolaps.

“Sangat disayangkan. Material sudah ada, tapi kenapa tidak dikerjakan? Ini seperti mempermainkan harapan kami. Kapan janji jalan yang layak akan terwujud?” ucap Maria (42), seorang pengusaha kecil yang sering melintasi ruas Bobong-Dufu, dengan nada kecewa.

Menanggapi kegagalan ini, Endro menyatakan bahwa proyek akan dilelang kembali pada tahun depan. “Tahun depan tetap kami lelang. Bisa dengan pemenang kedua, atau juga perusahaan sebelumnya jika memenuhi syarat,” tambahnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup