Rentetan 6 Kemenangan Persib Tamat oleh Malut United! Ciro Alves si Penghakim Mantan
TERNATE– Suasana magis Stadion Kie Raha pecah dalam sorak kemenangan! Drama, emosi, dan tekad baja menjadi senjata Laskar Kie Raha untuk menciptakan salah satu kejutan terbesar musim ini.
Malut United FC berhasil mengakhiri rekor fenomenal Persib Bandung yang merajai kompetisi dengan enam kemenangan beruntun, sekaligus meracuni pesta perebutan puncak klasemen yang tengah panas. Skor telak 2-0 untuk tuan rumah, dalam laga tunda pekan ke-12, Minggu (14/12/2025).
Pertandingan langsung menyala sejak menit pertama. Tanpa ampun, Malut United yang didukung gemuruh suporter langsung menekan pertahanan Persib yang tampil tanpa nahkoda, Bocham Hodak, di pinggir lapangan akibat akumulasi kartu.
Tekanan itu nyaris berbuah gol dini. Menit ke-14, David da Silva, sang mantan Maung Bandung, mendapat kesempatan balas dendam sempurna dari titik putih. Namun, naluri brilian kiper Teja Paku Alam menyelamatkan tendangan penalti da Silva, menjaga kotaknya tetap bersih.
Kegagalan itu justru menjadi bahan bakar. Malut United terus menggempur dengan kombinasi pressing tinggi dan serangan sayap yang mematikan. Hasilnya datang menjelang turun minum. Menit 40: Dari situasi bola mati, Igor Inocencio, sang bek tengah, melesat seperti torpedo dan menyundul bola dengan presisi ke sudut gawang. 1-0! Kie Raha mengguncang!
Namun, pukulan paling mematikan datang di injury time. Menit 45+3: Dalam sebuah serangan balik kilat, Ciro Alves nama yang paling dinanti melakukan pelarian maut. Dengan coolness yang menyakitkan, mantan idolanya ini mengecoh bek lawan dan melepaskan tembakan rendah yang tak terbendung. Gol! 2-0!
Selebrasi? Hampir tak ada. Ciro hanya menatap dingin ke arah tribun, wajahnya menggambarkan campuran kemenangan dan pembuktian. Ia telah menjadi mimpi buruk yang hidup bagi tim mantannya.
Memasuki babak kedua, Persib berusaha bangkit dengan memasukkan senjata baru, Federico Barba dan Uilliam Barros. Dominasi bola mungkin berpindah, tetapi jiwa pertandingan tetap dipegang Malut United. Pertahanan yang dikomandani Igor Inocencio (yang juga pencetak gol) berdiri kokoh bagai karang di Laut Maluku Utara. Setiap serangan yang dibangun Erik Jung dan kawan-kawan dipatahkan dengan tekel keras dan organisasi rapi. Kiper Alan Jose menjadi penjaga terakhir yang solid, mengamankan clean sheet.
Lonceng derita akhirnya berdentang untuk Persib setelah tujuh menit injury time babak kedua. Laga berakhir 2-0, mengukuhkan kejayaan Malut United di rumah mereka sendiri.
Kekalahan ini adalah pukulan telak bagi ambisi Persib. Mereka menyia-nyiakan peluang emas untuk menyalip Persija Jakarta dan mendekati puncak klasemen Borneo FC. Momentum indah mereka terputus di Ternate.
Sebaliknya, ini adalah kemenangan monumental bagi Malut United. Mereka tidak hanya menghentikan raksasa, tetapi juga secara dramatis mengubah peta persaingan:
Persib Bandung terperangkap di peringkat 3 (28 poin).
Malut United melesat perkasa ke posisi 4 (25 poin), hanya terpaut 3 poin dari Persib, dan mulai menjauh dari kejaran pesaing di bawahnya seperti PSIM Yogyakarta.
Kesimpulan Malam ini, Stadion Kie Raha bukan sekadar arena, tetapi benteng keperkasaan. Di bawah langit Ternate, Malut United membuktikan bahwa tak ada raja yang abadi di Liga 1.
Mereka mengirim pesan keras, Perburuan gelar masih sangat terbuka, dan Laskar Kie Raha adalah kekuatan baru yang wajib diperhitungkan! Sementara bagi Persib, pencarian jawab atas ketangguhan mental di laga-laga krusial harus segera dimulai.








