Usai Pencarian 3 Hari, Bocah Korban Gigitan Buaya Ditemukan Meninggal Oleh Nelayan

Foto pencarian korban yang di gigit Buaya di Halmahera Selatan.

HALSEL– Pencarian selama tiga hari terhadap Affan (10 tahun) yang hilang usai diterkam buaya di Sungai Inggoi, Desa Amasing, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, akhirnya berakhir dengan duka.

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jasad bocah malang tersebut pada hari ketiga operasi, Selasa (17 Desember 2025).

Kronologi musibah ini bermula pada Senin (16 Desember 2025) sekitar pukul 14.00 WIT. Saat itu, Affan pergi mandi dan berenang di Sungai Inggoi.

Tak disangka, seekor buaya yang berada di sungai tersebut menerkamnya dan menariknya ke dalam air. Kejadian ini langsung dilaporkan kepada Unit Siaga SAR (USS) Halmahera Selatan untuk meminta bantuan pencarian.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan bahwa pada hari ketiga operasi, Tim SAR Gabungan bergerak kembali pukul 06.50 WIT.

Setelah briefing, tim dibagi menjadi beberapa kelompok dan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet Basarnas, longboat masyarakat, serta perahu nelayan.

“Pencarian dilakukan dari pesisir hingga sepanjang aliran Sungai Inggoi sampai ke permukaan laut,” jelas Iwan.

Usaha tersebut membuahkan hasil. Pukul 08.45 WIT, Tim SAR menerima informasi bahwa seorang nelayan dari Desa Awanggo telah menemukan jasad korban. Tim segera menuju lokasi penemuan dan melakukan evakuasi untuk membawa jasad Affan pulang ke keluarganya.

“Dengan telah ditemukannya korban dalam keadaan meninggal dunia, selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga. Operasi SAR pun dinyatakan selesai,” pungkas Iwan seraya menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat.

Operasi SAR besar-besaran ini melibatkan berbagai elemen, yaitu Unit Siaga SAR Halmahera Selatan, Kodim 1509 Labuha, Polres Halsel, Pos Polair Halsel, Pos AL Bacan, Kompi Brimob Halsel, Damkar, serta masyarakat dari Desa Tamansari, Rawabadak, dan Awanggo.

Tragedi ini menjadi pengingat yang menyedihkan akan bahaya buaya di perairan sekitar. Masyarakat pun diimbau untuk selalu waspada dan menghindari aktivitas mandi atau berenang di sungai yang diketahui menjadi habitat reptil buas tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup