Jelang Ramadan 1447 H, Satgas Pangan Polda Malut Pastikan Stok Bapokting di Ternate Aman

Sidak besar-besaran di pasar tradisional hingga ritel modern di Kota Ternate,Pemantauan intensif ini dipimpin oleh Subdit I/Indagsi Ditreskrimsus Polda Malut dengan melibatkan instansi lintas sektoral, mulai dari Dinas Pangan, Perindag, Dinas Pertanian, Perum Bulog, hingga DPMPTSP Provinsi Maluku Utara.

Ternate-Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara bersama Satgas Pangan Provinsi Maluku Utara melakukan pemantauan lapangan (sidak) besar-besaran di pasar tradisional hingga ritel modern di Kota Ternate, Selasa (10/02).

Langkah proaktif ini dilakukan guna menjamin ketersediaan Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) tetap aman menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pemantauan intensif ini dipimpin oleh Subdit I/Indagsi Ditreskrimsus Polda Malut dengan melibatkan instansi lintas sektoral, mulai dari Dinas Pangan, Perindag, Dinas Pertanian, Perum Bulog, hingga DPMPTSP Provinsi Maluku Utara. Tim menyisir sejumlah titik distribusi utama untuk memastikan tidak ada hambatan pada rantai pasok pangan.

Kabidhumas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W, S.H., S.I.K., M.I.K., mengungkapkan bahwa hasil pengecekan di tingkat distributor menunjukkan cadangan pangan sangat mencukupi, dengan stok beras premium mencapai 400 ton, terigu 250 ton, dan gula 250 ton. Kekuatan stok ini didukung penuh oleh Perum Bulog yang memiliki cadangan beras 153,5 ton di gudang, ditambah 1.550 ton lainnya yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju Ternate.

“Berdasarkan neraca ketersediaan pangan strategis, stok di Maluku Utara dalam kondisi aman untuk menghadapi Ramadan dan Idul Fitri. Masyarakat tidak perlu merasa khawatir atau cemas akan terjadinya kelangkaan barang,” tegas Kombes Pol. Wahyu.

Meski stok terjaga, tim menemukan adanya fluktuasi harga di pasar rakyat. Di Pasar Inpres Bastiong, harga cabai rawit terpantau menyentuh Rp100.000/kg dan bawang merah Rp80.000/kg akibat berkurangnya pasokan dari daerah penghasil. Namun, harga di Pasar Tradisional Barito relatif lebih rendah, yakni Rp70.000/kg untuk cabai rawit dan Rp60.000/kg untuk bawang merah. Sementara itu, harga daging sapi di Pasar Higienis terpantau stabil di angka Rp150.000/kg.

Polda Maluku Utara menegaskan akan terus mengawal jalur distribusi guna mencegah praktik penimbunan atau spekulasi harga oleh oknum tidak bertanggung jawab. Satgas Pangan berkomitmen mengambil tindakan tegas jika ditemukan adanya upaya menahan stok yang dapat merugikan masyarakat luas di tengah meningkatnya kebutuhan pokok.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan berbelanja secara bijak tanpa perlu melakukan aksi borong (panic buying). Dengan tambahan 25 ton gula yang akan segera masuk ke gudang Bulog, pemerintah memastikan cadangan pangan daerah tetap kuat hingga selesainya perayaan Idul Fitri mendatang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup