Tiket Subsidi Kapal Aksara Syaputra Diduga Dimainkan Oknum, Penumpang Keluhkan Ludes Sebelum Waktunya
TERNATE-Dugaan praktik tidak sehat dalam penjualan tiket kapal laut bersubsidi mulai mencuat ke permukaan. Kapal Aksara Syaputra yang melayani rute Ternate – Dama – Daruba (Pulau Morotai) kini diprotes sejumlah calon penumpang mengeluhkan sulitnya mendapatkan tiket subsidi, yang diduga telah dimainkan oleh oknum-oknum tertentu untuk kepentingan pribadi.
Kekecewaan ini salah satunya diutarakan oleh seorang calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan menuju Morotai. Ia mengaku merasa janggal dengan sistem pelayanan di loket resmi.
Berdasarkan penuturannya, ia sudah berupaya mendatangi loket jauh-jauh hari sebelum jadwal keberangkatan guna memastikan ketersediaan tiket. Namun, petugas loket justru memberikan jawaban yang membingungkan dengan dalih tiket untuk keberangkatan tanggal 18 Maret 2026 sudah habis terjual, padahal dirinya sudah datang lebih awal.
“Saya datang jauh-jauh hari sebelum tanggal keberangkatan, tapi penjual tiket justru bilang kalau tiket subsidi sudah habis. Padahal sebelumnya saya sudah sempat datang menanyakan, tapi seolah-olah dipersulit sampai akhirnya dibilang habis,” ungkap penumpang tersebut dengan nada kecewa. Rabu (18/3/26)
Padahal, berdasarkan pernyataan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran melalui APBD Provinsi untuk memberikan subsidi tiket bagi masyarakat. Program ini bertujuan agar warga bisa mudik dengan aman, nyaman, dan ekonomis. Subsidi tersebut seharusnya berlaku untuk periode keberangkatan 12 hingga 31 Maret 2026. Selain itu, Kementerian Perhubungan juga menyediakan program mudik gratis melalui APBN yang dapat diakses secara daring melalui aplikasi seperti Easybook, Ferizy, dan Ferinesia.
Munculnya pernyataan “habisnya” tiket di loket fisik dalam waktu singkat menimbulkan kecurigaan bahwa jatah tiket subsidi tersebut tidak tersalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, melainkan dikelola secara sepihak oleh oknum petugas.
Menanggapi hal tersebut, Muhammad Setia selaku perwakilan pihak vendor Ferinesia memberikan klarifikasi terkait mekanisme penjualan tiket. Ia menjelaskan bahwa setelah tanggal 13 Maret 2026, armada kapal menuju Morotai tetap beroperasi, namun status subsidinya telah berakhir untuk jadwal tertentu.
“Pemerintah Provinsi memberikan subsidi tiket hanya untuk satu kali trip atau satu kali perjalanan bagi setiap kapal, misalnya untuk KM Uki Raya atau KM Aksara. Jadi, jika masyarakat ingin berangkat, tiket sebenarnya masih tersedia, namun dalam harga normal (non-subsidi). Tiket normal tersebut masih bisa diakses melalui aplikasi maupun di loket,” jelas Muhammad Setia.











