Arogansi David Glen Oei, Bos  Malut United Yang Ikut-ikutan Usir Jurnalis yang Sedang Bertugas

Seorang Jurnalis (Media HalmaheraPost) saat diminta keluar dari Stadion.

TERNATE – Bukan kemenangan yang diraih, tapi kontroversi yang justru mewarnai laga BRI Super League antara Malut United versus PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate.

Sejumlah wartawan yang tengah menjalankan tugas jurnalistik malah mendapat perlakuan tak terpuji dari oknum yang diduga official tim tuan rumah. Bahkan, pemilik utama Malut United FC, David Glen Oei, ikut menyalahkan awak media yang meliput.

Kejadian ini bermula ketika Stewart, wartawan RRI Ternate, tengah mendokumentasikan perangkat pertandingan usai laga.

Tiba-tiba, seorang pria yang mengaku official Malut United menghampirinya dengan nada tinggi dan mengintimidasi.

“Kamu wartawan, kamu harus hapus video itu!” teriak pria tersebut sembari berusaha memprovokasi suporter yang ada di lokasi.

Tak hanya sampai di situ, pria yang sama juga bertindak arogan dengan meminta Stewart untuk mengusir wartawan lain yang masih berada di tribun padahal mereka semua menggunakan ID Card resmi Super League.

Tindakan kepada sejumlah wartawan Ini jelas sebuah tindakan yang mencedrai kebebasan pers.

Yang lebih mencengangkan, pemilik klub, David Glen Oei, yang menyaksikan insiden tersebut bukannya menenangkan situasi, justru ikut-ikutan menyalahkan para jurnalis. Dengan nada memojokkan, ia bertanya,

“Kamu dari mana? Kalau dari Ternate kenapa tidak mendukung kami?” Ucap David Glen Oei

Pernyataan ini sontak menuai kritik.  Geln pemilik klub dianggap  tak paham bahwa wartawan hadir untuk meliput, bukan untuk menjadi supporter.

Firjal Usdek, pimpinan media Halmahera Post yang juga menjadi korban intimidasi, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia menegaskan bahwa para wartawan bekerja sesuai aturan dan tidak pernah keluar dari batas yang ditentukan.

“Kami di tribun menggunakan ID Card yang lengkap. Kami juga tidak keluar batas. Tindakan ini sangat bertentangan dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999,” tegas Firjal yang juga menjabat sebagai Sekretaris AMSI Maluku Utara.

Insiden ini menjadi ironi di tengah laga yang berakhir imbang antara Malut United dan PSM Makassar. Alih-alih sibuk dengan strategi tim, official dan pemilik klub justru sibuk memadamkan hak publik untuk mendapatkan informasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup