Tiga Alasan Kuat Mengapa Dr. Yosar Kardiat Layak Duduki Kursi Sekda Taliabu
TALIABU – Persaingan menuju kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulau Taliabu memasuki tahap akhir.
Pemerintah daerah telah menuntaskan seluruh tahapan pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama melalui skema Manajemen Talenta yang transparan dan kompetitif.
Tiga nama aparatur sipil negara (ASN) terbaik resmi diajukan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat di Jakarta, Gesberd Tani, S.P., Hayatuddin Fataruba, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Yosar Kardiat, S.STP., M.M..
Namun, dari ketiganya, satu nama mencuat paling kuat, Dr. Yosar Kardiat. Mengapa? Berikut tiga alasannya.
Rekam Jejak Strategis: Dari IPDN hingga Tim Verifikasi Nasional
Dr. Yosar Kardiat bukanlah sosok baru dalam birokrasi. Ia pernah menduduki posisi penting sebagai Kepala Bagian Administrasi Umum dan Sistem Informasi di IPDN Kampus Makassar posisi yang memberinya pengalaman mendalam dalam tata kelola pemerintahan dan digitalisasi birokrasi.
Yang terbaru, pada Agustus 2025, pemerintah pusat mempercayakannya sebagai anggota tim verifikasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan.
Dalam misi nasional ini, ia bertanggung jawab memverifikasi 230 titik usulan dapur MBG menguji kemampuan koordinasi lintas sektor dan pengambilan keputusan strategis di lapangan.
Bukti nyata bahwa ia mampu bekerja di tingkat pusat sekaligus memahami akar masalah daerah.
Akademisi Produktif dengan Riset yang Relevan untuk Taliabu
Yosar Kardiat dari data yang didapatkan media ini, tercatat telah selesai menjalankan program doktoral (S3) Administrasi Publik di Universitas Hasanuddin (Unhas).
Fokus risetnya mencakup inovasi kebijakan publik, reformasi birokrasi, dan pengembangan karier ASN topik yang sangat relevan dengan tantangan seorang Sekda.
Ia dikenal produktif meneliti isu-isu kepegawaian, di antaranya tentang adaptasi jabatan administratif ke fungsional serta optimalisasi pengembangan karier aparatur di daerah.
Penelitian-penelitian ini bukan sekadar teori, tetapi panduan praktis untuk memperkuat tata kelola SDM di daerah seperti Taliabu.
Proses pengusulan tiga nama ini tertuang dalam surat resmi Komite Talenta nomor 800/05/KT-TLB/VI/2026. Ketiga kandidat sama-sama memiliki pangkat Pembina Utama Muda (Golongan IV/c).
Namun, penyaringan berlangsung murni menggunakan Sistem Merit jauh dari praktik kedekatan politik atau kepentingan personal..
Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Widya L. Mus, menegaskan komitmennya. Kata Sashabila, langkah yang diambil untuk memastikan penempatan jabatan strategis benar-benar mengacu pada Sistem Merit, bukan faktor kedekatan atau kepentingan politik subjektif semata.
“Cara ini untuk memastikan penempatan jabatan strategis benar-benar mengacu pada Sistem Merit, bukan faktor kedekatan atau kepentingan politik subjektif semata,” jelas Sashabila Mus beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, tantangan pembangunan daerah ke depan semakin kompleks. Karena itu, figur Sekda yang dibutuhkan tidak hanya kuat administratif, tetapi juga andal dalam koordinasi lintas instansi.
“Sekda adalah motor penggerak utama yang akan mengomandoi seluruh organisasi perangkat daerah di Pulau Taliabu,” tegasnya.
Saat ini, berkas ketiga kandidat telah dikirim ke Jakarta. Proses selanjutnya adalah menunggu Persetujuan Teknis dari Kepala BKN sebelum pelantikan resmi dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian.
Bupati Sashabila berharap Sekda baru nanti dapat langsung bekerja cepat.
“Melalui Manajemen Talenta, kita berharap memperoleh figur terbaik yang mampu mengoordinasikan seluruh perangkat daerah, mengakselerasi program pembangunan, serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.”








