Densus 88 Maluku Utara Bentengi Siswa SDN 2 Kota Ternate dari Ancaman Radikalisme Digital
Ternate-Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Maluku Utara Densus 88 Anti Teror Polri kembali memperkuat upaya pencegahan radikalisme di kalangan generasi muda. Pada Sabtu, 7 Februari 2026, Tim Pencegahan menyambangi SD Negeri 2 Kota Ternate untuk menggelar sosialisasi dan edukasi intensif bagi para siswa serta dewan guru mengenai bahaya penyebaran paham radikal yang kini kian masif menyasar dunia digital.
Dalam kesempatan tersebut, Briptu Andi Riski Putra selaku anggota Tim Pencegahan Satgaswil Malut memaparkan fakta yang cukup mengejutkan mengenai tren radikalisme saat ini.
Berdasarkan data sepanjang tahun 2025, terungkap sebanyak 112 anak dari 26 provinsi di Indonesia telah terpapar radikalisme. Mirisnya, proses rekrutmen ini dilakukan tanpa adanya pertemuan fisik sama sekali. Kelompok radikal kini memanfaatkan modus operandi digital grooming, yakni mendekati anak-anak melalui celah media sosial dan percakapan di dalam game online.
Briptu Andi menjelaskan bahwa setelah komunikasi terjalin, anak-anak tersebut akan dipandu untuk melakukan sumpah setia atau baiat melalui panggilan video maupun rekaman suara, yang kemudian berlanjut pada pemberian tugas-tugas tertentu. Fenomena ini menjadi peringatan keras bagi para pendidik dan orang tua bahwa ancaman terorisme kini berada sedekat genggaman gawai anak-anak mereka.
Sebagai langkah penangkal, Tim Satgaswil Malut mengajak seluruh warga sekolah untuk menerapkan pola hidup sehat dalam bermedia sosial. Para siswa didorong untuk lebih fokus menggunakan teknologi sebagai sarana belajar, berkarya, dan mengembangkan kreativitas digital daripada terjebak dalam aktivitas negatif.
Briptu Andi juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai toleransi dengan menghormati perbedaan suku, agama, dan budaya, serta secara tegas menghindari aksi perundungan maupun bergabung dengan komunitas yang mengagungkan kekerasan.
Kegiatan ini pun disambut hangat oleh Kepala SD Negeri 2 Kota Ternate, Ibu Darsiya Ripamole. Ia menyampaikan apresiasi yang mendalam dan rasa terima kasih kepada pihak Densus 88 AT Polri yang telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap perlindungan generasi masa depan.
Menurutnya, edukasi seperti ini sangat krusial untuk membentengi mentalitas anak didik agar tidak mudah terpengaruh oleh doktrin berbahaya yang bertebaran di jagat maya.










