Pemprov Maluku Utara Percepat Pembangunan RSUD Bobong Guna Perkuat Layanan Kesehatan di Wilayah 3T

Wakil Gubernur Maluku utara, sarbin Sehe, didampingi Bupati taliabu Sashabila Widya Mus saaa meninjua RS Bobong dan sekaligus peletakan batu pertama. (Istimewa)

TALIABU-Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus berkomitmen memperkuat infrastruktur kesehatan di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), salah satunya melalui percepatan pembangunan RSUD Bobong di Kabupaten Pulau Taliabu. Langkah strategis ini diambil guna memastikan masyarakat di wilayah kepulauan mendapatkan akses pelayanan medis yang berkualitas tanpa harus terhambat oleh kendala geografis.

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, dalam rangkaian Safari Ramadan pada Kamis (12/3/2026), meninjau langsung progres pembangunan rumah sakit tersebut. Ia menjelaskan bahwa RSUD Bobong merupakan bagian dari program prioritas pemerintah pusat yang dikenal sebagai Public Health Transport Center (PHTC). Program ini bertujuan untuk memeratakan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh penjuru Indonesia, dengan target pembangunan 66 rumah sakit daerah di berbagai kabupaten dan kota.

Dalam peninjauannya, Sarbin Sehe yang didampingi oleh jajaran Forkopimda melihat secara detail fasilitas yang tengah dikerjakan, mulai dari ruang rawat inap hingga ruang pelayanan medis. Ia menekankan bahwa seluruh proses konstruksi harus berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) agar bangunan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga aman dan mampu beroperasi secara maksimal bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi kunci utama agar proyek strategis ini segera tuntas dan memberikan manfaat nyata.

Di sisi lain, Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Widya L. Mus, menaruh harapan besar agar rampungnya pembangunan ini diikuti dengan peningkatan status rumah sakit dari kelas D menjadi kelas C. Peningkatan status ini dinilai sangat krusial karena selama ini masyarakat Taliabu seringkali harus dirujuk ke daerah lain yang cukup jauh untuk mendapatkan penanganan medis spesialis. Dengan fasilitas yang lebih mumpuni, diharapkan beban biaya dan risiko perjalanan bagi pasien rujukan dapat ditekan secara signifikan.

Lebih lanjut, Sashabila menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mulai menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang memadai. Koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan untuk memastikan kehadiran tenaga medis dan dokter spesialis yang akan bertugas di RSUD Bobong nantinya. Komitmen kolektif ini diharapkan mampu menjadikan RSUD Bobong sebagai tonggak sejarah baru dalam perbaikan tata kelola pelayanan kesehatan yang setara dan merata di Maluku Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup