Tagihan PERUMDA Ake Gaale Ternate “Mencekik” Warga, Pelanggan Desak APH Periksa Manajemen Perusda
Ternate-Aroma ketidakberesan dalam manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PERUMDA) Ake Gaale Kota Ternate kembali mencuat ke publik. Kali ini, keluhan datang dari Mufti Bintahir, warga Kelurahan Kayu Merah, yang meluapkan kekecewaannya atas lonjakan tagihan air yang dianggap tidak masuk akal dan dilakukan secara sepihak.
Kepada media MalutUpdate, Jumat (23/1/26), Mufti membeberkan kejanggalan yang dialaminya. Selama ini, tagihan air di Rumahnya hanya berkisar di angka Rp100.000 hingga Rp200.000 per bulan, nominal yang wajar untuk konsumsi rumah tangga dengan empat anggota keluarga.
Namun, secara mengejutkan, tagihan tersebut melonjak drastis dalam dua bulan terakhir tanpa adanya pemberitahuan maupun sosialisasi dari pihak PERUMDA.
“Kenapa tagihan air naik tiba-tiba? Padahal pemakaian kami tidak banyak. Ini tidak masuk akal. Masa pembayaran membengkak begitu besar tanpa ada penjelasan dalam periode pembayaran. Ini kebijakan sepihak” tegas Mufti dengan nada geram.
Mufti menilai skema penagihan yang dilakukan PERUMDA Ternate saat ini sangat mencurigakan. Ia menduga ada sistem yang tidak beres dalam distribusi maupun pencatatan meteran air. Tak main-main, ia meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun tangan mengaudit perusahaan plat merah tersebut.
“Saya meminta agar seluruh jajaran di PERUMDA diperiksa. Jika praktik seperti ini terjadi pada semua pelanggan di Ternate, maka ini adalah masalah besar. Kami sebagai pelanggan menuntut transparansi,” ungkapnya.










