14 Tahun Pimpin Desa Parigi Taliabu, Burhan Hamli Berharap Estafet Kepemimpinan Semakin Baik
TALIABU — Setelah 14 tahun mengabdi, Burhan Hamli resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Kepala Desa Parigi, Kecamatan Taliabu, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku utara pada 4 Juni 2026.
Bukan waktu yang singkat. Sebuah perjalanan panjang penuh dinamika, tantangan, dan dedikasi untuk masyarakat.
Momen akhir masa tugas itu ia tandai dengan kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga penerima manfaat sekaligus pembagian gaji aparat desa.
Acara ini sebagai ajang silaturahmi dan perpisahan dengan seluruh perangkat Desa Parigi yang telah mendampinginya bertahun-tahun.
Meski masih bisa mencalonkan diri sebagai calon Kades pada periode berikutnya, Burhan meniatkan diri untuk tidak lagi bertarung dan memberikan kesempatan pada generasi muda lainnya untuk membangun Desa Parigi.
Dua Periode Kepemimpinan, Satu Panggilan Hati
Jejak kepemimpinan Burhan Hamli di Desa Parigi dimulai sejak tahun 2012. Ia terpilih melalui proses demokrasi yang sehat, yakni pemilihan kepala desa.
Tak hanya sekali, ia pun berhasil memenangkan pertarungan hingga dua periode berturut-turut. Di balik kemenangan itu, tentu ada peta politik yang tidak sederhana.
Namun, Burhan mengakui bahwa demokrasi juga membawa konsekuensi sosial. Masyarakat yang semula terbelah oleh dua kubu politik menjadi tantangan tersendiri.
Tidak semua kebijakan yang ia ambil mendapat respons positif. Tetapi baginya, menjadi pemimpin adalah tentang keberanian mengambil keputusan untuk kemajuan desa meskipun harus ada pihak yang tidak sepakat.
“Seorang pemimpin tidak boleh takut pada perbedaan. Yang terpenting adalah niat baik dan dampak nyata bagi warganya,” ujar Burhan mengenang perjalanannya.
Salah satu kebijakan paling tegas yang diterapkan Burhan selama memimpin adalah larangan penjualan dan konsumsi minuman keras di Desa Parigi.
Aturan ini bukan sekadar himbauan, melainkan kebijakan yang diberlakukan secara ketat dan konsisten sepanjang masa jabatannya.
Burhan meyakini bahwa minuman keras adalah pintu masuk bagi berbagai keburukan, mulai dari kerusakan kesehatan, konflik sosial, hingga merusak ketahanan ekonomi keluarga. Karena itu, ia tak segan-segan menegakkan aturan ini dengan penuh komitmen.
“Minuman keras itu sangat saya larang. Selama saya menjabat, saya pastikan tidak ada warga yang mengonsumsi miras, karena hal itu sangat berdampak buruk bagi masyarakat. Bukan hanya merusak diri sendiri, tapi juga merusak keluarga dan lingkungan sekitar,” tegas Burhan.
Kebijakan ini mendapat dukungan dari sebagian besar tokoh masyarakat dan aparat desa, yang ikut mengawasi serta mengingatkan warga akan bahaya minuman keras.
Meski tidak mudah, Burhan mengaku bersyukur karena selama 14 tahun memimpin, desanya relatif aman dari dampak negatif miras yang sering terjadi di daerah lain.
Jejak Pembangunan yang Terlihat Nyata
Di bawah kepemimpinannya, Desa Parigi menjelma menjadi desa yang lebih tersentuh pembangunan. Berbagai program berhasil didorong masuk ke kampung halamannya, antara lain:
Infrastruktur jalan desa yang menghubungkan akses warga, Dermaga pelabuhan sebagai pintu ekonomi baru, Program pertanian untuk mendukung ketahanan pangan, Penerangan listrik PLN yang mulai menyala di sudut-sudut desa, Bangunan sekolah baru sebagai investasi masa depan generasi muda, Pembangunan Masjid, Izin pembukaan lahan pertanian oleh kementerian Dan masih banyak lagi program pemerintah pusat maupun daerah yang berhasil diraih dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Di penghujung masa baktinya, Burhan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang tulus kepada pemerintah daerah dan pusat.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian besar yang diberikan kepada Desa Parigi. Kini masyarakat sudah mulai menikmati akses pendidikan, layanan kesehatan, aliran listrik, hingga sinyal 4G yang dulu hanya impian,” ungkapnya.
Ia juga tidak lupa mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Desa Parigi. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari kekompakan warga yang selalu menyambut baik setiap program yang masuk ke desa.
Dengan berakhirnya masa jabatan, Burhan Hamli menitipkan satu harapan besar.
“Saya berharap siapapun yang nantinya memimpin Desa Parigi, ia harus lebih baik, lebih inovatif, dan lebih membawa desa ini melangkah maju. Kepada seluruh masyarakat, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan, kepercayaan, dan kesabaran selama ini. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan selama saya mengabdi.”







