Dua Nyawa Melayang, Ular Piton Raksasa Muncul di 8 Desa Taliabu, Kapolres Minta Warga Berhati-hati
TALIABU – Kemunculan ular piton berukuran besar di sejumlah desa di Pulau Taliabu, Maluku Utara, mulai membuat warga khawatir. Pasalnya, sudah dua orang warga meninggal dunia akibat digigit dan dililit ular piton dalam kurun waktu dua pekan terakhir.
Korban pertama adalah Elisabeth Yamalao, warga Desa Ratahaya, Kecamatan Taliabu Barat, yang meninggal pada Selasa (7/6/2026). Korban kedua adalah Lifas (24), warga Desa Padang, yang meninggal pagi tadi Selasa (23/6/2026) usai dililit ular saat hendak pergi ke kebun.
Berdasarkan kabar terbaru yang dihimpun media ini, setidaknya ditemukan ular dengan ukuran lebih dari 7 meter di sejumlah desa, yakni
Desa Mananga, Desa Lede, Desa Ratahaya, Desa Nggoli, Desa Kamaya, Desa Losseng, Desa Talo dan Desa Bobong.
Kapolres Pulau Taliabu, AKBP Adnan Wahyu Kashogi, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kebun maupun pada malam hari. Ia juga menyarankan warga membawa perlengkapan keselamatan.
“Lebih baik berangkat ke kebun dengan membawa peralatan keselamatan, mengingat habitat ular ini masih berada di sekitar pemukiman,” pungkasnya.
Momen penemuan ular piton di sejumlah desa tersebut ramai dibagikan warga melalui media sosial. Banyak warga yang bertanya-tanya mengenai fenomena ini, karena semua ular yang ditemukan berukuran sangat besar, mulai dari 6 hingga 7 meter.
Beberapa warga menduga hal ini berkaitan dengan matinya puluhan babi hutan dalam jumlah banyak di kawasan hutan. Bangkai babi yang membusuk diduga menjadi penyebab berkurangnya sumber makanan ular di tengah hutan, sehingga ular piton mulai turun ke permukiman untuk mencari mangsa.
“Ini karena babi di hutan mati semua, jadi tidak ada lagi sumber makanan bagi ular besar ini,” ungkap seorang warga.








