Pembunuhan Sadis di Taliabu, Pelaku Tebas Leher Korban Usai Cekcok di Pesta Ronggeng

Kobran pembunuhan Anton saat tergeletak penuh darah di depan rumah neneknya.

TALIABU — Dua peristiwa memilukan mewarnai hari Selasa (23/6) di Pulau Taliabu, Maluku Utara. Masyarakat dikejutkan dengan kabar tewasnya Lifas (24) akibat gigitan ular piton di Taliabu Utara, dan belum reda duka, menyusul pembunuhan sadis terhadap Anton La Bung (24) yang tewas dengan luka sabetan parang di lehernya di hari yang sama.

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIT di depan rumah korban di Desa Talo, Kecamatan Taliabu Barat. Pelaku, Ishak Febi (53), seorang petani, mendatangi rumah Anton dengan membawa sebilah parang dan langsung mengayunkannya ke arah leher korban saat bertemu di depan rumah korban.

Rumah korban yang terletak di tepi jalan utama Desa Talo mendadak ramai saat warga mendengar jeritan histeris dari sejumlah warga lainnya  yang lebih dulu mengetahui kejadian tersebut.

Saat warga berhamburan mendekati lokasi, pemandangan mengerikan terlihat di depan warga, Anton tergeletak bersimbah darah dengan luka menganga di leher bagian kanan.

“Saat itu warga sedang asyik menonton Piala Dunia. Begitu dengar teriakan, kami langsung ke luar dan mendapati korban sudah terjatuh. Sepertinya sudah meninggal,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Keterangan Pelaku Kepada Polres Taliabu

Berdasarkan keterangan pelaku kepada polisi, insiden berawal dari sebuah pesta ronggeng yang digelar di Desa Talo pada dini hari (03.00 WIT). Korban yang datang dalam keadaan mabuk dan membawa sebilah pisau (badik) membuat keributan di lokasi acara.

Pelaku mengaku menegur Anton agar tidak membuat onar, namun teguran itu justru berujung tantangan berkelahi. Emosi pelaku memuncak.

Saat pagi hari tepatnya pukul 09.00 waktu setempat, pelaku mendatangi rumah korban.

“Korban saat itu masih memegang pisau. Saat berhadapan, saya langsung mengayunkan parang dan mengenai leher bagian kanan. Korban jatuh dan tidak bergerak lagi,” demikian pengakuan pelaku yang kini dilaporkan menyesali perbuatannya.

Pelaku Menyerahkan Diri, Istri Syok Melarikan Diri

Usai melakukan aksi, pelaku pulang ke rumah dan mengakui perbuatannya kepada istri, Uli Mubu (35).

Istri pelaku yang syok mendengar pengakuan suaminya justru melarikan diri ke rumah tetangga karena ketakutan. Pelaku kemudian menyerahkan diri kepada pihak Polres Pulau Taliabu.

Respons Cepat Polisi dan Evakuasi Jenazah

Kapolres Pulau Taliabu, AKBP Adnan Wahyu Kashogi, membenarkan kejadian tersebut. Pihak kepolisian yang menerima laporan dari bidan desa setempat langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bobong untuk visum.

Saksi mata, Rodil Nyelo, yang pertama kali melihat korban, menuturkan bahwa ia langsung meminta pertolongan ke bidan desa, Esterlina Ohoiledjaan, untuk melakukan pertolongan pertama. Namun nyawa Anton tidak tertolong.

Ibu Nur (68), nenek korban, mengaku baru mengetahui peristiwa itu saat sedang berjualan keliling.

“Saya kaget mendengar teriakan warga dan langsung pulang. Ternyata cucu saya sudah tergeletak berlumuran darah,” ujarnya

Tim gabungan Polres Pulau Taliabu melakukan koordinasi dengan aparat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga korban dan pelaku untuk mencegah aksi balas dendam.

“Semua pihak diminta menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada kepolisian,” tegas Kapolres.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban telah dievakuasi kembali ke rumah duka di Desa Talo dan rencananya akan dimakamkan pada hari yang sama. Pelaku kini diamankan di Mapolres Pulau Taliabu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup